Slow Start TCP

Cerita blog ini dimulai dari ketika saya sedang berdiskusi dengan salah satu konsultan IT rekan kami.
dari diskusi tersebut terbersit satu pertanyaan simpel

“Jika terdapat sebuah Koneksi End to End ( Let say sebuah client mengakses sebuah server),
dimana terdapat beberapa node : client node (pc client), routing node (router/switch), data center node (server hardware).
bagaimana node node tersebut dapat mengetahui bandwidth yang tersisa dari Koneksi tersebut.?”

kemudian jika antara client dengan server tersebut melewati sebuah network yang berbandwidth kecil.
bagaimana client tersebut dapat mengeset paket yang terkirim sebesar bandwith yang tersedia diantara 2 node tersebut.

ternyata jawabannya ada di TCP protocol.
dalam protocol tersebut terdapat 4 macam algoritma yang dipakai untuk mengontrol transfer data antara 2 node tersebut.
1. slow start TCP
2. congestion avoidance
3. Fast Retransmit
4. Fast Recovery Algorithms

ok. sudah cukup bahasa aliennya.
sesuai ilustrasi diatas, saya akan membahas algoritma yang pertama saja: slow start TCP
algoritma ini yang berkontribusi besar untuk jawaban dari pertanyaan saya.

secara singkat, slow start TCP bekerja dengan mengobservasi laju paket yang dilepaskan ke dalam network dengan cara memonitor laju acknowledgment yang dikembalikan. slow start menambahkan sebuah windows pada pengirim TCP: cwnd (congestion window). ketika sebuah koneksi dengan sebuah node ( ex: server) dibuat, congestion windows di inisialisasi sebagai 1 segmen. setiap acknowledgment yang diterima oleh node pengirim, maka congestion windows
ditambahkan 1 segmen, berikutnya ketika 2 segmen tersebut menerima acknowledgment makan ditambahkan 2 segmen lagi, begitu seterusnya tumbuh secara exponensial.

slow start TCP akan mencapai pada suatu titik(disebut ssthresh: slow start threshold) dimana paket yang dikirim akan melebihi bandwidth yang ada, titik itu ditemukan ketika node pengirim tidak menerima acknowledgment (ack) dari node penerima. beberapa hal yang membuat acknowledgment tidak diterima oleh node pengirim antara lain ketika router mendiscard paket atau node penerima penuh.

node pengirim dapat mengirimkan data sampai dengan minimum congestion windows dan advertise windows. dimana congestion windows sebagai sebagai flow control berdasarkan persepsi node pengirim sedangkan advertise windows sebagai flow control berdasarkan persepsi penerima. dengan kata lain jumlah paket yang dilepaskan ke jaringan tidak akan melebihi congestion window dan advertise window.

untuk lebih jelas tentang mekanisme kontrol yang terdapat pada TCP Protocol dapat anda baca pada RFC 2001

Regards

Iklan
Categories: Network | Tag: , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Slow Start TCP

  1. Menarik,
    jadi intinya dia akan terus memeriksa sampai batas dimana kondisi maksimal terpenuhi dengan mempertimbangkan congestion window dan advertise window

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: